Bertempat di ruang rapat senat lantai 2 rektorat Universitas Sintuwu Maroso, hari kamis (19/11) Rektor Unsimar menggelar Rapat Kerja Pimpinan Universitas dan Pimpinan Unit-Unit Kerja di lingkungan Universitas Sintuwu Maroso.

Rapat kerja yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 16.00 WITA ini dihari oleh segenap pimpinan Unsimar, Fakultas, Program Studi, Lembaga, Biro hingga Laboratorium. Rektor Unsimar, Kisman Lantang SE MSi membuka rapat kerja sekaligus memberikan pemaparan mengenai milestones tahap II 2015-2019 Unsimar yaitu mengenai peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Program kerja yang dipaparkan rektor diantaranya:

  1. Meningkatkann kompetensi dosen melalui studi lanjut ke jenjang doktor hingga 50%
  2. Meningkatkan sarana dan prasarana pembelajaran termasuk penegmbangan kampus 2
  3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas jurnal dan publikasi ilmiah yang bertaraf nasional
  4. Tercapainya sistem informasi yang terintegrasi
  5. Program studi terakreditasi A minimal 50% dan memiliki sertifikat ISO

Program kerja ini nantinya akan dituangkan dalam program-program kerja Fakultas, Lembaga, Unit-unit kerja yang akan dicapai dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Dari sisi kompetensi SDM, saat ini dosen Unsimar yang memiliki kualifikasi dan sedang menempuh pendidikan S3 baru mencapai sekitar 30%, dari sisi penelitian dan pengabdian Unsimar telah melakukan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan telah melakukan berbagai riset baik riset yang didanai DIKTI hingga riset tingkat nasional.

Saat ini 80% Program Studi di Unsimar sudah terakrediasi B oleh BAN PT bahkan Unsimar juga telah terakreditasi institusi pada tahun 2014. Inilah yang menjadi fokus Unsimar ke depan untuk meningkatkan akreditasi program studinya dalam rangka mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia secara khusus di Sulawesi Tengah.

Unsimar juga berkomitmen untuk mewujudkan proses pendidikan yang berkualitas melalui evaluasi mutu internal yang dilakukan secara berkala. “Pendidikan tinggi saat ini bukan pada jumlah luaran namun lebih kepada proses pendidikan yang dilakukan” ujar rektor mengakhiri pemaparan programmnya. (Gs)